.: TUTORIAL CABRI GEOMETRY II PLUS :.

.: CABRI GEOMETRY II PLUS :.

           

            Cabri geometry ii plus merupakan suatu software yang dapat digunakan untuk mempelajari konstruksi geometri. Cabri geometry ii plus dapat membuat konstruksi berbagai bangun-bangun geometri yang berdimensi 2 beserta hubungan-hubungannya. Penggunaan cabri geometry ii plus ini hampir sama dengan penggunaan geogebra.

Berikut akan saya jelaskan cara menggunakan Cabri Geometry II Plus.

  1. Buka aplikasi Cabri Geometry II Plus pada PC anda. Maka akan terlihat tampilan sebagai berikut :

 
image

1.        Menggambar Parabola

  1. Buat garis lurus dengan menggunakan Line image , dan beri nama titik pada garis dengan Label image , namakan dengan huruf O sebagai titik sumbu parabola.
  2. image

  3. Buat garis tegak lurus dengan sumbu x (garis pada langkah 1) dan melalui titik O dengan menggunakan Perpendicular Line image dan kita sebut sebagai sumbu y.
  4. image

  5. Buat sembarang titik pada sebelah atas sumbu y dengan menggunakan Point on Object image , lalu beri nama titik tersebut dengan huruf F menggunakan Label dan kita namakan sebagai titik fokus parabola.
  6. image

  7. Buat sembarang titik pada sebelah kanan sumbu x dengan menggunakan Point on Object, lalu beri nama titik tersebut dengan huruf A menggunakan Label.
  8. image

  9. Hubungkan titik F dan titik A dengan menggunakan Segment image .
  10. image

  11. Buat garis tegak lurus dengan sumbu x dan melalui titik A dengan menggunakan Perpendicular Line.
  12. image

  13. Buat garis tegak lurus Segment FA dengan menggunakan Perpendicular Bisector image .
  14. image

  15. Beri titik pada perpotongan garis yang dibentuk pada langkah 6 dan pada langkah 7 dengan menggunakan Intersection Points image dan beri nama titik tersebut menggunakan Label dengan huruf P.
  16. image

  17. Aktifkan Trace on/off image pada titik P.
  18. Hubungkan titik F dan titik P serta titik P dan titik A dengan segment.
  19. image

  20. Jadikan segment FP dan segment PA menjadi garis putus-putus menggunakan Dotted image .
  21. image

  22. Hilangkan semua garis yang sudah dibentuk dengan menggunakan Hide/Show image dan mengklik garis yang akan dihilangkan, kecuali sumbu x, sumbu y, segment FP dan segment PA.
  23. image

  24. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut :
  25. image

  26. Ukur panjang segment FP dan segment PA dengan menggunakan Distance or Length image .
  27. image

  28. Salin panjang segment FP dan segment PA dengan menggunakan Calculate image . Maka akan tampil calculator sebagai berikut :
  29. image

  30. Klik ukuran panjang FP, lalu klik ‘=’ pada calculator. Dan arahkan angka pada box hasil menggunakan cursor menuju bidang gambar. Maka akan muncul tulisan ‘Result=…’, ubah kata Result menjadi kata FP dengan menggunakan Pointer.
  31. Lakukan hal yang sama tehadap PA seperti langkah 16, maka akan didapatkan hasil sebagai berikuut :
  32. image

  33. Klik Pointer image , lalu klik titik A. Sambil terus mengklik titik A, gerakkan kursor kekiri dan kekanan, maka titik P akan menampakkan garis lengkung yang disebut Parabola.
  34. image

  35. Panjang FP dan PA akan tetap sama walaupun titik A diubah-ubah.

 

2.        Menggambar Elips

  1. Buat garis lurus dengan menggunakan Line, dan beri nama titik pada garis dengan Label, namakan dengan huruf F1 sebagai titik fokus 1 elips dan kita sebut sebagai garis sumbu elips.
  2. image

  3. Beri titik pada garis tesebut di sebelah kanan F1 dengan menggunakan Point on Object, lalu beri nama F2 menggunakan Label.
  4. image

  5. Buat lingkaran yang berpusat di F1 menggunakan Circle image dan berjari-jari lebih panjang dari F1F2.
  6. image

  7. Buat garis yang memotong lingkaran dan melalui titik Pusat F1 dengan menggunakan Line. Lalu beri nama titik potong tersebut dengan huruf A menggunakan Label.
  8. image

  9. Hubungkan titik A dan titik F2 menggunakan Segment.
  10. image

  11. Buat garis tegak lurus Segment F2A dengan menggunakan Perpendicular Bisector.
  12. image

  13. Beri titik pada perpotongan garis tegak lurus Segment F2A dan garis potong lingkaran dengan Intersection Points dan dinamakan B dan perpotongan garis tegak lurus Segment F2A dan segment F2A dengan Intersection Points dan dinamakan C.
  14. image

  15. Aktifkan Trace on/off pada titik B.
  16. Hilangkan semua garis dan titik C yang sudah dibentuk dengan menggunakan Hide/Show dan mengklik garis yang akan dihilangkan, kecuali garis sumbu elips.
  17. image

  18. Maka hanya terlihat titik A, B, F1, F2 dan garis sumbu elips.
  19. image

  20. Hubungkan titik B dan titik F1 serta titik B dan titik F2 menggunakan Segment dan jadikan sebagai garis putus-putus menggunakan Dotted.
  21. image

  22. Ukur panjang segment F1B dan segment F2B dengan menggunakan Distance or Length.
  23. image

  24. Salin panjang segment F1B dan segment F2B dengan menggunakan Calculate. Maka akan tampil calculator sebagai berikut :
  25. image

  26. Klik ukuran panjang F1B, lalu klik ‘=’ pada calculator. Dan arahkan angka pada box hasil menggunakan cursor menuju bidang gambar. Maka akan muncul tulisan ‘Result=…’, ubah kata Result menjadi kata F1B dengan menggunakan Pointer.
  27. Lakukan hal yang sama tehadap F2B seperti langkah 14, maka akan didapatkan hasil sebagai berikut :
  28. image

  29. Jumlahkan F1B dan F2B mengggunakan Calculate, klik F1B lalu klik ‘+’ pada Calculator, kemudian klik F2B dan terakhir klik ‘=’. Lalu pindahkan hasilnya pada bidang gambar dan ganti Result menjadi F1B+F2B.
  30. Tampilkan animasi, dengan menggunakan Animation image . Lalu klik titik A, tahan dan geser kurso kekanan atau kekiri lalu lepas kursor.
  31. image

  32. Maka akan terbentuk Elips dengan sendirinya oleh titik B, yang menyimpulkan bahwa jumlah F1B dan F2B selalu tetap.

 

3.        Menggambar Hiperbola

  1. Buat garis lurus dengan menggunakan Line, dan beri nama titik pada garis dengan Label, namakan dengan huruf F1 sebagai titik fokus 1 elips dan kita sebut sebagai garis sumbu hiperbola.
  2. image

  3. Beri titik pada garis tesebut di sebelah kanan F1 dengan menggunakan Point on Object, lalu beri nama F2 menggunakan Label.
  4. image

  5. Buat lingkaran yang berpusat di F1 menggunakan Circle dan berjarijari lebih pendek dari F1F2.
  6. image

  7. Buat garis yang memotong lingkaran dan melalui titik Pusat F1 dengan menggunakan Line. Lalu beri nama titik potong tersebut dengan huruf A menggunakan Label.
  8. image

  9. Hubungkan titik A dan titik F2 menggunakan Segment.
  10. image

  11. Buat garis tegak lurus Segment F2A dengan menggunakan Perpendicular Bisector.
  12. image

  13. Beri titik pada perpotongan garis tegak lurus Segment F2A dan garis potong lingkaran dengan Intersection Points dan dinamakan B dan perpotongan garis tegak lurus Segment F2A dan segment F2A dengan Intersection Points dan dinamakan C.
  14. image

  15. Aktifkan Trace on/off pada titik B.
  16. Hilangkan semua garis yang sudah dibentuk dengan menggunakan Hide/Show dan mengklik garis yang akan dihilangkan, kecuali garis sumbu hiperbola.
  17. image

  18. Maka hanya terlihat titik A, B, C, F1, F2 dan garis sumbu hiperbola.
  19. image

  20. Hubungkan titik B dan titik F1 serta titik B dan titik F2 menggunakan Segment dan jadikan sebagai garis putus-putus menggunakan Dotted.
  21. image

  22. Ukur panjang segment F1B dan segment F2B dengan menggunakan Distance or Length.
  23. image

  24. Salin panjang segment F1B dan segment F2B dengan menggunakan Calculate. Maka akan tampil calculator sebagai berikut :
  25. image

  26. Klik ukuran panjang F1B, lalu klik ‘=’ pada calculator. Dan arahkan angka pada box hasil menggunakan cursor menuju bidang gambar. Maka akan muncul tulisan ‘Result=…’, ubah kata Result menjadi kata F1B dengan menggunakan Pointer.
  27. Lakukan hal yang sama tehadap F2B seperti langkah 14, maka akan didapatkan hasil sebagai berikut :
  28. image

  29. Jumlahkan F1B dan F2B mengggunakan Calculate, klik F1B lalu klik ‘-’ pada Calculator, kemudian klik F2B dan terakhir klik ‘=’. Lalu pindahkan hasilnya pada bidang gambar dan ganti Result menjadi F1B-F2B.
  30. image

  31. Tampilkan animasi, dengan menggunakan Animation. Lalu klik titik A, tahan dan geser kurso kekanan atau kekiri lalu lepas kursor.
  32. image

  33. Maka akan terbentuk Hiperbola dengan sendirinya oleh titik B, yang menyimpulkan bahwa selisih F1B dan F2B selalu tetap.

.: SELAMAT MENCOBA :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s